Supply Chain Management: Pengertian, Fungsi, dan Strategi

apa itu scm

Pengertian Supply Chain Management

Supply Chain Management (SCM) adalah proses merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengontrol aliran bahan, informasi, dan sumber daya dari pemasok ke produsen ke pedagang besar ke pedagang kecil ke konsumen. Ini melibatkan pengelolaan seluruh proses pengadaan bahan baku dan komponen, manufaktur dan menyusun produk, mendistribusikannya kepada pelanggan, dan mengelola aliran kembali produk dan bahan untuk digunakan kembali atau dibuang.

Komponen Supply Chain Management (SCM)

Menurut Rainer et al. (2016), tiga komponen utama manajemen rantai pasok adalah:

  1. Manajemen informasi: Ini melibatkan pengumpulan, penyimpanan, dan analisis data dan informasi yang terkait dengan rantai pasokan, seperti perkiraan permintaan, tingkat inventaris, dan jadwal transportasi.
  2. Manajemen produk dan layanan: Ini melibatkan perancangan, pengembangan, dan pengelolaan produksi dan pengiriman produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
  3. Manajemen jaringan: Ini melibatkan pengelolaan hubungan dengan pemasok, produsen, distributor, dan mitra lain dalam rantai pasokan untuk memastikan bahwa produk dan layanan dikirimkan tepat waktu dan hemat biaya.

Komponen-komponen tersebut bekerja sama untuk menciptakan rantai pasokan yang efisien dan efektif yang dapat merespon perubahan permintaan, mengoptimalkan sumber daya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

SAP Business One Indonesia

Tujuan Utama Supply Chain Management (SCM)

Tujuan manajemen rantai pasok adalah untuk menciptakan nilai bagi pelanggan dengan secara efisien dan efektif mengelola aliran barang, jasa, dan informasi dari pemasok ke pengguna akhir. Ini termasuk mengoptimalkan aliran bahan, informasi, dan keuangan di seluruh rantai pasok untuk mengurangi biaya, meningkatkan tanggap, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Manajemen rantai pasok melibatkan sejumlah kegiatan, termasuk:

  1. Pengadaan: proses pengadaan bahan baku dan komponen dari pemasok.
  2. Produksi: proses mengubah bahan baku dan komponen menjadi produk jadi.
  3. Distribusi: proses mendapatkan produk jadi ke pelanggan, baik secara langsung maupun melalui perantara seperti pedagang besar atau pedagang kecil.
  4. Logistik: proses merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengelola pergerakan barang dan bahan dari satu lokasi ke lokasi lain.
  5. Layanan pelanggan: proses mengelola hubungan pelanggan dan memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.

Proses atau Tahapan Supply Chain Management

Supply Chain Management adalah proses yang terlibat dalam perencanaan, eksekusi, dan kontrol aktivitas yang terkait dengan pembelian bahan baku, produksi, pemasaran, dan pengiriman produk akhir ke konsumen. Ini termasuk pengelolaan aliran barang, informasi, dan uang dari sumber sampai ke konsumen akhir.

Manajemen rantai pasok melibatkan beberapa tahap, yaitu:

  1. Perencanaan: tahap ini melibatkan pengidentifikasian dan perencanaan kebutuhan bahan baku dan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan konsumen.
  2. Eksekusi: tahap ini melibatkan pembelian bahan baku, produksi, pemasaran, dan pengiriman produk akhir ke konsumen.
  3. Kontrol: tahap ini melibatkan pemantauan dan pengendalian aliran bahan baku, produk jadi, dan informasi selama proses produksi dan pengiriman.

Manajemen rantai pasok dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya dengan cara mengoptimalkan aliran bahan baku, produk jadi, dan informasi melalui rantai pasok. Ini juga dapat membantu perusahaan meningkatkan kepuasan konsumen dengan menyediakan produk yang tepat sesuai kebutuhan dan tepat waktu.

SAP Business One Indonesia

Strategi Supply Chain Management

Untuk mengelola rantai pasok dengan efektif, perusahaan harus memiliki strategi yang terintegrasi dan terukur. Beberapa strategi manajemen rantai pasok (SCM) yang dapat digunakan adalah:

  1. Fokus pada pelanggan: Perusahaan harus memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan dan memastikan bahwa produk dan jasa yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tersebut.
  2. Pemilihan pemasok yang tepat: Pemasok merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan manajemen rantai pasok. Perusahaan harus memilih pemasok yang dapat diandalkan dan berkualitas tinggi untuk memastikan kelancaran proses produksi.
  3. Koordinasi dengan pemasok: Koordinasi yang baik dengan pemasok akan membantu perusahaan dalam meminimalkan biaya dan meningkatkan efisiensi.
  4. Manajemen inventori: Manajemen inventori yang efektif dapat membantu perusahaan dalam mengurangi biaya dan meningkatkan kelancaran operasi.
  5. Optimalkan distribusi: Distribusi yang efisien dapat membantu perusahaan dalam mengurangi biaya dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
  6. Pemantauan dan pengukuran: Melakukan pemantauan dan pengukuran secara teratur dapat membantu perusahaan dalam mengevaluasi keberhasilan strategi manajemen rantai pasok dan membuat perbaikan yang diperlukan.

Kesimpulan Manajemen Rantai Pasok

Manajemen rantai pasok atau supply chain management merupakan proses yang penting dalam mengelola sistem produksi, pemasaran, dan pemasokan produk dan jasa. Tujuan utama dari Supply Chain Management adalah mengoptimalkan efisiensi sistem dan meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan dan perusahaan.

Untuk mengelola rantai pasok dengan efektif, perusahaan harus memiliki strategi yang terintegrasi dan terukur. Beberapa strategi manajemen rantai pasok yang dapat digunakan adalah: fokus pada pelanggan, pemilihan pemasok yang tepat, koordinasi dengan pemasok, manajemen inventori, optimalkan distribusi, dan pemantauan dan pengukuran.

Dengan mengelola rantai pasok dengan baik, perusahaan dapat meminimalkan biaya, meningkatkan kelancaran operasi, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Sehingga, manajemen rantai pasok merupakan bagian penting dari keberhasilan suatu perusahaan dalam mengelola bisnisnya.

Demikian ulasan lengkap mengenai supply chain management. Di dalam perusahaan, SCM juga dapat dilakukan dengan menggunakan program SAP Business One. Program ini dapat memantau jumlah persediaan barang dan meningkatkan kinerja karyawan.

Seperti yang dijelaskan di atas, fungsi ini juga diperlukan saat menerapkan Supply Chain Management. Dan untuk memenuhi kebutuhan stok yang diperlukan oleh pelanggan, Anda bisa membaca cara mengelola sistem inventory. Semoga bermanfaat.

SAP Business One Indonesia