ERP Consultant vs ERP Implementer

Mengapa kita sering mendapati komentar dari klien seperti konsulant A bagus, konsultant B kurang bagus? Apabila kita diskusikan lebih lanjut maka sangat sulit mendefinisikan mengapa suatu perusahaan konsultan dianggap baik atau tidak, lebih tepatnya mungkin memuaskan pelanggan atau tidak.


Pastinya kepuasan pelanggan/klien sangat bergantung sekali kepada harapan/ekpektasi pada awal proyek dilakukan seperti bahasan kita sebelumnya. Namun kami terus memikirkan dan mencari definisi yang umum tentang peranan perusahaan konsultan atau seorang konsultan dalam proyek implementasi ERP.

Dari banyak definisi tentang konsultan secara umum, kami mendapati definisi menurut Alan Weiss dalam bukunya yang sangat baik “Million Dollar Consulting” menurut kami adalah yang paling tepat.

A consultant is someone who provides value through specialized expertise, content, behavior, skill, or other resources to assist a client in improving the status quo in return for mutually agreed-upon compensation. A consultant improves the client’s condition

Jadi seorang konsultan harus memberikan suatu nilai tambah untuk klien, sehingga dapat memperbaiki/meningkatkan keadaan klien. Menurut Weiss juga seorang konsultan tidak memperbaiki keadaan klien, maka konsultan (apakah organisasi atau pribadi) tersebut harusnya menggunakan title Implementer, yang bertugas hanya untuk menyelesaikan tugas yang spesifik.

Jadi, apakah kita seorang ERP Konsultan atau ERP Implementer?, jika kita hanya melihat suatu proyek ERP kepada bagaimana suatu sistem itu dapat dipasang dan digunakan oleh klien maka kita adalah ERP Implementer. ERP Konsultan harus memberikan nilai tambah kepada klien, apakah secara organisasi atau user.