{"id":4005,"date":"2026-01-13T16:00:05","date_gmt":"2026-01-13T09:00:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/?p=4005"},"modified":"2026-04-15T09:20:37","modified_gmt":"2026-04-15T02:20:37","slug":"cara-menghitung-roe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/cara-menghitung-roe\/","title":{"rendered":"Cara Menghitung ROE (Return on Equity) + Contoh"},"content":{"rendered":"<p>Banyak pemilik bisnis merasa perusahaannya &#8220;untung&#8221;, tetapi ketika diminta menjelaskan <strong>seberapa efektif modal yang ditanamkan menghasilkan laba<\/strong>, jawabannya sering tidak jelas. Di sinilah <strong>ROE (Return on Equity)<\/strong> menjadi rasio kunci.<\/p>\n<p>ROE bukan sekadar angka keuangan. ROE adalah <strong>alat ukur efisiensi modal pemilik<\/strong>, sekaligus indikator penting bagi investor, bank, dan manajemen untuk menilai kualitas kinerja bisnis secara menyeluruh.<\/p>\n<p>Artikel ini akan membahas <strong>cara menghitung ROE<\/strong>, mulai dari konsep dasar, rumus, contoh perhitungan, standar ROE yang sehat, hingga kesalahan umum dalam analisis ROE.<\/p>\n    <nav class=\"toc-container\" aria-label=\"Table of Contents\">\n        <div class=\"toc-header\" onclick=\"toggleTOC()\">Table of Content<\/div>\n        <div class=\"toc-list\" id=\"toc-list\" style=\"display:block\">\n            <ul id=\"toc-items\"><\/ul>\n        <\/div>\n    <\/nav>\n    <div id=\"toc-schema\"><\/div>\n    \n<h2>Apa Itu ROE (Return on Equity)?<\/h2>\n<p><strong>Return on Equity (ROE)<\/strong> adalah rasio keuangan yang mengukur <strong>kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dari modal sendiri (ekuitas)<\/strong>.<\/p>\n<p>Secara sederhana, ROE menjawab pertanyaan berikut:<\/p>\n<p><em>Dari setiap Rp1 modal pemilik, berapa rupiah laba yang berhasil dihasilkan perusahaan?<\/em><\/p>\n<p>Semakin tinggi ROE, semakin <strong>efisien modal pemilik digunakan untuk mencetak keuntungan<\/strong>. Karena itu, ROE sangat diperhatikan oleh:<\/p>\n<ul>\n<li>Pemilik bisnis dan direksi<\/li>\n<li>Investor dan pemegang saham<\/li>\n<li>Bank dan lembaga pembiayaan<\/li>\n<li>Analis keuangan<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Baca juga:<\/em><br \/>\n&#8211; Rasio profitabilitas perusahaan<br \/>\n&#8211; <a href=\"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/pengertian-analisis-rasio-keuangan-jenis-dan-beberapa-fungsinya\/\" title=\"rasio keuangan\">Jenis-jenis rasio keuangan<\/a><\/p>\n<h2>Rumus ROE dan Penjelasannya<\/h2>\n<h3>Rumus Dasar ROE<\/h3>\n<p>Secara umum, <strong>rumus ROE<\/strong> adalah:<\/p>\n<p>ROE = Laba Bersih \/ Ekuitas<\/p>\n<p>Atau dalam persentase:<\/p>\n<p>ROE (%) = (Laba Bersih \u00f7 Ekuitas) \u00d7 100%<\/p>\n<h3>Penjelasan Komponen ROE<\/h3>\n<p>Agar tidak salah hitung, penting memahami setiap komponen:<\/p>\n<h4>1. Laba Bersih<\/h4>\n<ul>\n<li>Diambil dari <strong>laporan laba rugi<\/strong><\/li>\n<li>Menggunakan laba <strong>setelah pajak<\/strong><\/li>\n<li>Bukan laba operasional, bukan laba kotor<\/li>\n<\/ul>\n<h4>2. Ekuitas<\/h4>\n<ul>\n<li>Diambil dari <strong>neraca<\/strong><\/li>\n<li>Terdiri dari:\n<ul>\n<li>Modal disetor<\/li>\n<li>Laba ditahan<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Tidak termasuk hutang<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kesalahan paling umum dalam <strong>cara menghitung ROE<\/strong> adalah menggunakan laba sebelum pajak atau mencampur ekuitas dengan kewajiban.<\/p>\n<p><em>Baca juga:<\/em><br \/>\n&#8211; Cara membaca laporan keuangan perusahaan<\/p>\n<h2>Cara Menghitung ROE dari Laporan Keuangan<\/h2>\n<h3>Contoh Perhitungan ROE Sederhana<\/h3>\n<p>Misalkan sebuah perusahaan memiliki data berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Laba bersih tahun berjalan: Rp500.000.000<\/li>\n<li>Total ekuitas: Rp2.500.000.000<\/li>\n<\/ul>\n<p>Maka:<\/p>\n<p>ROE = 500.000.000 \/ 2.500.000.000 = 0,20<\/p>\n<p>ROE = 20%<\/p>\n<p><strong>Artinya:<\/strong><br \/>\nSetiap Rp1 modal pemilik menghasilkan laba Rp0,20 dalam satu tahun.<\/p>\n<p>Ini contoh <strong>ROE perusahaan yang tergolong baik<\/strong>, tergantung industrinya.<\/p>\n<h3>Cara Menghitung ROE Langsung dari Neraca dan Laba Rugi<\/h3>\n<p>Langkah sistematis:<\/p>\n<ol>\n<li>Ambil <strong>laba bersih<\/strong> dari laporan laba rugi<\/li>\n<li>Ambil <strong>ekuitas<\/strong> dari neraca<\/li>\n<li>Pastikan periode sama (tahun yang sama)<\/li>\n<li>Hitung dan konversi ke persentase<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Standar ROE yang Baik (Benchmark)<\/h2>\n<p>Pertanyaan yang paling sering muncul:<br \/>\n<strong>\u201cBerapa ROE yang dianggap sehat?\u201d<\/strong><\/p>\n<h3>Standar Umum ROE<\/h3>\n<p>Sebagai panduan kasar:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>&gt;15%<\/strong> \u2192 sangat baik<\/li>\n<li><strong>10\u201315%<\/strong> \u2192 cukup sehat<\/li>\n<li><strong>&lt;10%<\/strong> \u2192 perlu evaluasi<\/li>\n<li><strong>ROE negatif<\/strong> \u2192 sinyal bahaya<\/li>\n<\/ul>\n<p>Namun, ROE <strong>tidak bisa dibandingkan lintas industri secara mentah<\/strong>.<\/p>\n<h3>ROE Ideal Berdasarkan Industri<\/h3>\n<p>Contoh pendekatan industri:<\/p>\n<ul>\n<li><strong><a href=\"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/sap-business-one-untuk-industri-manufaktur\/\">Manufaktur<\/a>:<\/strong> 10\u201318%<\/li>\n<li><strong>Retail:<\/strong> 12\u201320%<\/li>\n<li><strong>Jasa:<\/strong> bisa lebih tinggi karena aset ringan<\/li>\n<li><strong>Perdagangan:<\/strong> fluktuatif, tergantung margin dan volume<\/li>\n<\/ul>\n<p>Karena itu, <strong>analisis ROE yang benar selalu disandingkan dengan benchmark industri<\/strong>.<\/p>\n<p><em>Baca juga:<\/em><br \/>\n&#8211; Analisis kinerja keuangan perusahaan<\/p>\n<h2>Analisis ROE: Jangan Hanya Lihat Angkanya<\/h2>\n<p>ROE tinggi <strong>tidak selalu berarti perusahaan sehat<\/strong>.<\/p>\n<h3>ROE Tinggi karena Hutang<\/h3>\n<p>ROE bisa melonjak jika:<\/p>\n<ul>\n<li>Ekuitas kecil<\/li>\n<li>Hutang besar<\/li>\n<li>Leverage tinggi<\/li>\n<\/ul>\n<p>Secara matematis, ROE terlihat bagus, tetapi <strong>risiko keuangan meningkat<\/strong>.<\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>Perusahaan A: ROE 25%, tetapi DER sangat tinggi<\/li>\n<li>Perusahaan B: ROE 15%, struktur modal sehat<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam jangka panjang, perusahaan B sering lebih stabil.<\/p>\n<p><em>Baca juga:<\/em><br \/>\n&#8211; <a href=\"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/debt-to-equity-ratio-der\/\" title=\"Debt to Equity Ratio (DER)\">Debt to Equity Ratio (DER)<\/a><\/p>\n<h3>ROE Negatif Artinya Apa?<\/h3>\n<p><strong>ROE negatif<\/strong> biasanya disebabkan oleh:<\/p>\n<ul>\n<li>Laba bersih negatif (rugi)<\/li>\n<li>Ekuitas negatif akibat akumulasi rugi<\/li>\n<\/ul>\n<p>ROE negatif adalah <strong>peringatan keras<\/strong>, terutama bagi:<\/p>\n<ul>\n<li>Investor<\/li>\n<li>Bank<\/li>\n<li>Calon partner bisnis<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Baca juga:<\/em><br \/>\n&#8211; Analisis laporan keuangan bermasalah<\/p>\n<h2>Perbedaan ROE, ROI, dan ROA<\/h2>\n<p>Banyak orang keliru menyamakan ROE dengan ROI atau ROA.<\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Rasio<\/th>\n<th>Fokus Utama<\/th>\n<th>Cocok Untuk<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>ROE<\/td>\n<td>Modal pemilik<\/td>\n<td>Investor, owner<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ROI<\/td>\n<td>Investasi\/proyek<\/td>\n<td>Manajemen<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ROA<\/td>\n<td>Total aset<\/td>\n<td>Operasional<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<ul>\n<li><strong>ROE<\/strong> \u2192 efisiensi ekuitas<\/li>\n<li><strong>ROA<\/strong> \u2192 efisiensi aset<\/li>\n<li><strong>ROI<\/strong> \u2192 efektivitas investasi tertentu<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Baca juga:<\/em><br \/>\n&#8211; <a href=\"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/cara-menghitung-roi\/\" title=\"Cara Menghitung ROI dan Kegunaannya\">Cara menghitung ROI<\/a><br \/>\n&#8211; Cara menghitung ROA<\/p>\n<h2>Kesalahan Umum dalam Menghitung ROE<\/h2>\n<p>Agar analisis tidak menyesatkan, hindari kesalahan berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Menggunakan laba sebelum pajak<\/li>\n<li>Menggunakan ekuitas akhir tanpa melihat tren<\/li>\n<li>Tidak membandingkan dengan industri<\/li>\n<li>Mengabaikan struktur hutang<\/li>\n<li>Melihat ROE satu tahun saja tanpa analisis historis<\/li>\n<\/ol>\n<p>ROE <strong>harus dianalisis secara time series<\/strong>, bukan snapshot tunggal.<\/p>\n<h2>Apakah ROE Cocok untuk UMKM?<\/h2>\n<p>Jawabannya: <strong>tergantung kondisi pembukuan<\/strong>.<\/p>\n<h3>ROE Cocok untuk UMKM Jika:<\/h3>\n<ul>\n<li>Pembukuan rapi<\/li>\n<li>Modal usaha dipisah dari pribadi<\/li>\n<li>Laporan keuangan konsisten<\/li>\n<\/ul>\n<h3>ROE Kurang Relevan Jika:<\/h3>\n<ul>\n<li>Modal bercampur dengan uang pribadi<\/li>\n<li>Tidak ada pencatatan laba bersih yang jelas<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Baca juga:<\/em><br \/>\n&#8211; Kesalahan keuangan UMKM<br \/>\n&#8211; Pembukuan UMKM yang benar<\/p>\n<h2>Cara Meningkatkan ROE Secara Sehat<\/h2>\n<p>Meningkatkan ROE <strong>bukan berarti menambah hutang sembarangan<\/strong>. Pendekatan sehat meliputi:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Meningkatkan margin laba<\/strong><\/li>\n<li><strong>Efisiensi modal kerja<\/strong><\/li>\n<li><strong>Mengurangi aset tidak produktif<\/strong><\/li>\n<li><strong>Optimasi inventory &amp; piutang<\/strong><\/li>\n<li><strong>Mengendalikan biaya operasional<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>ROE yang sehat lahir dari <strong>operasional yang efisien<\/strong>, bukan rekayasa struktur modal.<\/p>\n<h2>FAQ<\/h2>\n<h3>Apa itu ROE (Return on Equity)?<\/h3>\n<p>ROE (Return on Equity) adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari modal sendiri (ekuitas). ROE menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam menggunakan modal pemilik untuk menghasilkan keuntungan.<\/p>\n<h3>Bagaimana cara menghitung ROE?<\/h3>\n<p>Cara menghitung ROE adalah dengan membagi laba bersih dengan total ekuitas, kemudian dikalikan 100%. Rumusnya adalah: ROE = (Laba Bersih \/ Ekuitas) x 100%.<\/p>\n<h3>Dari mana data untuk menghitung ROE diperoleh?<\/h3>\n<p>Data untuk menghitung ROE diperoleh dari laporan keuangan perusahaan, yaitu laba bersih dari laporan laba rugi dan ekuitas dari neraca pada periode yang sama.<\/p>\n<h3>Berapa nilai ROE yang dianggap baik?<\/h3>\n<p>Nilai ROE yang baik bervariasi tergantung industri, namun secara umum semakin tinggi ROE menunjukkan semakin efisien perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal yang dimiliki.<\/p>\n<h3>Apa kesalahan umum dalam menghitung ROE?<\/h3>\n<p>Kesalahan umum dalam menghitung ROE antara lain menggunakan laba sebelum pajak, mencampurkan ekuitas dengan kewajiban (utang), serta tidak menggunakan periode laporan keuangan yang sama.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p><strong>ROE adalah indikator kunci untuk menilai efektivitas modal pemilik.<\/strong><br \/>\nNamun, ROE <strong>tidak boleh dibaca sendirian<\/strong>.<\/p>\n<p>Analisis ROE yang matang selalu dikombinasikan dengan:<\/p>\n<ul>\n<li>ROA<\/li>\n<li>DER<\/li>\n<li>Cash flow<\/li>\n<li>Tren historis<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bagi pemilik bisnis, ROE membantu menjawab satu pertanyaan penting:<\/p>\n<p><em>Apakah modal yang saya tanam benar-benar bekerja optimal?<\/em><\/p>\n<p>Jika jawabannya belum, ROE memberi sinyal <strong>di mana perbaikan harus dimulai<\/strong>.<\/p>\n<p><a title=\"SAP Business One Indonesia\" href=\"https:\/\/www.sterling-team.com\/id\/sap-business-one-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1344\" title=\"SAP Business One Indonesia\" src=\"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/banner-sap-indonesia-cta-id.jpg\" alt=\"SAP Business One Indonesia\" width=\"600\" height=\"150\" srcset=\"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/banner-sap-indonesia-cta-id.jpg 600w, https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/banner-sap-indonesia-cta-id-300x75.jpg 300w, https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/banner-sap-indonesia-cta-id-20x5.jpg 20w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak pemilik bisnis merasa perusahaannya &#8220;untung&#8221;, tetapi ketika diminta menjelaskan seberapa efektif modal yang ditanamkan menghasilkan laba, jawabannya sering tidak&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4193,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[385],"tags":[],"class_list":["post-4005","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akuntansi"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4005"}],"version-history":[{"count":29,"href":"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4005\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9281,"href":"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4005\/revisions\/9281"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4193"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sterling-team.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}