Cara Menyusun Laporan Laba Rugi Sederhana

Manfaat dan Cara Menyusun Laporan Laba Rugi Sederhana


Dalam dunia usaha, laporan laba rugi bukan lagi menjadi sesuatu hal yang asing, tetapi benar-benar harus disusun. Pasalnya, laporan tersebut berfungsi sebagai alat komunikasi antara perusahaan dengan pemilik.

Pada beberapa situasi dan concise, laporan tersebut juga menjadi syarat pengembangan usaha. Misalnya saja dalam mencari investor, maka laporan keuangan menjadi hal krusial yang harus disajikan.

Pengertian dan Fungsi Laporan Laba Rugi

Adapun yang dimaksud dengan laporan laba rugi adalah bagian laporan keuangan yang menggambarkan kondisi finansial sebuah usaha. Pembuatan laporan tersebut tidak selalu sama, tergantung kebijakan setiap perusahaan.

Baca juga: Pengertian Laporan Keuangan, Beserta Jenis dan Manfaatnya!

Biasanya, perusahaan memilih periode akuntansi bulanan dan tahunan untuk menyusun laporan keuangan. Perhitungan tersebut tidak boleh disusun secara sembarangan, karena laporan laba rugi berfungsi untuk:

  1. Mengetahui Perkembangan Usaha
    Dari laporan keuangan, perusahaan dapat mengetahui sejauh mana bisnis tersebut berkembang. Apakah sudah sesuai dengan rencana atau justru keluar dari jalur yang ditetapkan.
  2. Sebagai Langkah Pembuatan Keputusan
    Jika memang terjadi kesalahan atau menderita kerugian, maka perusahaan dapat segera menyusun langkah penyelesaian yang tepat sasaran. Harapannya, agar kondisi tersebut segera tertangani dan tidak berlarut-larut.
  3. Sebagai Bahan Evaluasi
    Laporan laba rugi berisi tentang segala sesuatu yang terjadi pada keuangan perusahaan dalam suatu periode. Saat ada pos keuangan yang tidak efektif, maka perusahaan dapat mengevaluasinya secara lebih mendalam.
  4. Sebagai Cerminan Perusahaan
    Untuk mencari dan bekerja sama dengan seorang investor tidaklah mudah. Setidaknya, perusahaan harus dapat meyakinkan calon investor, bahwa bisnis yang dijalani memiliki keuangan sehat dan menguntungkan.

Inilah 6 Unsur Laporan Laba Rugi

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa laporan keuangan mencakup segala hal tentang arus kas. Itu artinya, laporan laba rugi harus berisi tentang pos-pos berikut :

  1. Penjualan atau Pendapatan
    Penjualan ialah pendapatan atau penerimaan yang didapatkan dari proses pengiriman barang/jasa kepada pembeli, penyewa, maupun pemakai jasa. Unsur penjualan ini menjadi sumber utama penghasilan perusahaan.
  2. Harga Pokok Penjualan atau HPP
    Secara sederhana, harga pokok ialah biaya-biaya yang berkaitan secara langsung dengan proses produksi suatu produk. Biaya tersebut terdiri dari gaji tenaga kerja, peralatan, suku cadang, dan lain-lain.
  3. Beban-beban
    Beban adalah semua pengeluaran yang bertujuan untuk memperlancar kepentingan perusahaan. Di dalam laporan laba rugi, ada banyak sekali jenis beban yang harus dicatat, seperti:

    • Beban aktual: beban yang wajib dikeluarkan oleh perusahaan pada suatu periode tertentu.
    • Beban penjualan: semua biaya yang berhubungan dengan proses penjualan barang.
    • Beban penyusutan: beban yang berasal dari penyusutan nilai aset, seperti kendaraan.
    • Beban umum dan administrasi: beban yang terbentuk untuk mendukung aktivitas dan kebutuhan kantor.
    • Beban yang ditangguhkan: beban perusahaan untuk membayar barang atau jasa tertentu yang sifatnya masih ditangguhkan. Dalam kata lain, perusahaan belum dapat memakai barang atau jasa tersebut.
    • Beban kredit macet: beban kerugian akibat piutang yang tidak terbayarkan. Misalnya, ada orang yang berhutang, tetapi enggan untuk melunasi uang tersebut.
    • Beban lain-lain: beban yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan proses produksi maupun jenis-jenis beban di atas.
  4. Pendapatan Lain
    Pendapatan lain ialah pemasukan yang bukan berasal dari penjualan produk utama. Misalnya, hasil penjualan karung atau kardus bekas kemasan bahan baku, bunga, atau pendapatan dividen.
  5. Keuntungan atau Profit
    Pada laporan laba rugi perusahaan dagang, profit ialah kenaikan ekuitas atau harta bersih dari transaksi ekonomi. Keuntungan tersebut bersifat periferal, artinya bukan berasal dari transaksi utama perusahaan.
  6. Kerugian atau Loss
    Berbanding terbalik dengan profit, kerugian atau loss ialah penurunan nilai ekuitas perusahaan. Namun, sifatnya sama-sama periferal atau terjadi secara kebetulan.

Baca juga: Pengertian Akuntansi Lengkap Tujuan, Manfaat, dan Fungsinya

Cara Menyusun Laporan Laba Rugi Sederhana

Meski usaha masih dalam klasifikasi kecil, perusahaan tetap harus menyusun laporan laba rugi. Tidak harus selengkap perusahaan besar, Anda dapat membuatnya dalam versi sederhana. Caranya:

1. Tentukan Periode Pelaporan

Umumnya, perusahaan menyusun laporan keuangan dalam periode bulanan, tiga bulan, dan tahunan. Namun, untuk bisnis kecil Anda tidak perlu menyusunnya secara ketat.

Namun, usahakan untuk tetap membuat laporan laba rugi tahunan, agar dapat mengetahui perkembangan usaha. Dengan begitu, Anda dapat menyusun strategi pemasaran berikutnya.

2. Buatlah Jurnal Transaksi

Jurnal transaksi ialah laporan yang mencatat semua jenis transaksi keuangan pada perusahaan dengan susunan pendapatan, beban-beban, dan biaya turunannya.

3. Masukkan ke dalam Buku Besar

Pada suatu akhir periode, buku besar berfungsi sebagai sumber data untuk mempersiapkan laporan laba rugi. Sebab, buku besar terintegrasi dengan laporan-laporan lainnya.

Dengan demikian, Anda dapat melihat setiap jenis transaksi secara lebih mendetail dalam periode tertentu. Pastikan tidak ada satu transaksi pun yang terlewatkan.

4. Susun Neraca Saldo

Jika buku besar mencatat transaksi secara mendetail, maka berbeda dengan neraca saldo. Sebab, neraca ini hanya menampilkan total saldo atas setiap akun yang penyusunannya dilakukan secara sistematis. Fungsinya yaitu:

  • Fungsi pencatatan: tempat untuk mencatat semua data pada setiap akun rekening.
  • Fungsi koreksi: tempat untuk mengoreksi semua catatan yang ada pada suatu siklus akuntansi.
  • Fungsi monitoring: sebagai sarana untuk mengawasi setiap akun pada laporan keuangan.
  • Fungsi persiapan: sebagai langkah untuk mempersiapkan pembuatan laporan keuangan perusahaan.

5. Menyusun Format Laporan Laba Rugi

Setelah semua jurnal dan pencatatan siap, maka langkah selanjutnya adalah menyusun laporang keuangan untuk mengetahui tingkat laba atau rugi perusahaan.

Format tersebut terdiri dari tiga komponen utama, yakni total pendapatan, total beban, dan kolom laba rugi. Kolom ketiga tersebut merupakan selisih antara pendapatan dan beban.

Jika pendapatan lebih besar daripada total beban, maka perusahaan memperoleh laba. Begitu juga sebaliknya, saat beban lebih tinggi maka Anda mengalami kerugian.

Jenis-jenis Laba pada Laporan Keuangan

Pada perusahaan besar, ada beberapa jenis laba yang muncul pada laporan laba rugi. Pembedaan tersebut bertujuan untuk memudahkan perusahaan dalam memonitoring laporan. Jenis laba tersebut terdiri dari:

  • Laba kotor, yakni total penjualan dikurangi HPP.
  • Laba operasi, yakni laba kotor dikurangi biaya umum, biaya penjualan, dan biaya administrasi.
  • Laba sebelum pajak, yakni laba operasi dikurangi oleh biaya bunga atas pinjaman atau utang modal.
  • Laba bersih, yakni laba sebelum pajak dikurangi dengan pajak penghasilan.

Dalam penyusunannya, laporan keuangan memang lebih kompleks dan mendetail. Sebab, perusahaan memiliki banyak aset dan transaksi yang terjadi pun jauh lebih banyak.

Oleh karena itu, tidak sedikit perusahaan yang memilih untuk menggunakan jasa kami. Dengan tenaga profesional dan ahli di bidangnya, Anda dapat melakukan konsultasi secara menyeluruh.

Penutup

Sterling Team juga menawarkan beragam layanan serta program untuk mempermudah proses pembuatan laporan keuangan, sehingga mendapatkan value lebih.

Salah satunya, yakni melalui SAP Business One. Program untuk manajemen keuangan dan lain sebagainya ini sangat cocok bagi Anda yang sedang mulai merintis bisnis. Dengan kemajuan teknologi, laporan laba rugi semudah menjentikkan jari.

SAP Business One Indonesia