Phone

+62-877-8655-5055

+62 (21) 580-6055


Email


sales-enquiry@sterling-team.com

Skip to content

Apa itu ERP?

SHARE ON

Istilah ERP mungkin sangat asing ditelinga sebagian besar kita, dari pengalaman kami 20 tahun bergelut dengan dunia ERP.  Sampai saat ini masih banyak yang bahkan belum pernah mendengar istilah ERP, sebagian pernah mendengar dan mengganggap ERP bagian dari pekerjaan teknis team IT (Information Technology) departemen.  Hal ini dikarenakan istilah ERP digunakan untuk menjelaskan suatu sistem informasi untuk mendukung operasional perusahaan, lebih mudahnya kadang dianggap suatu “program komputer”/software.

Maka tidak heran apabila istilah ERP tetap terdengar asing walaupun sudah digunakan 20 tahun, mungkin alasannya lebih karena persepsi umum melihat ERP sekedar “Aplikasi Komputer”/Software. Istilah ERP sendiri diperkenalkan oleh Gartner Group pada tahun 1990 yang merupakan kepanjangan dari Enterprise Resource Planning. Istilah ini timbul dikarenakan banyaknya aplikasi-aplikasi bisnis dipasar saat itu, sehingga dirasa perlu untuk melakukan klasifikasi terhadap jenis aplikasi yang beragam tersebut.

Bahasan mengenai sejarah sebelum ERP, ERP, sampai apa saja aplikasi setelah ERP, akan kami coba bahas pada bagian tersendiri.

Definisi ERP secara umum dapat dikatakan sebagai suatu sistem untuk perusahaan yang terintegrasi yang menghubungkan proses yang ada pada setiap departemen/divisi.

Suatu Sistem Dapat dikategorikan sebagai ERP sistem, apabila.
1. Terintegrasi, hal ini memungkinkan interaksi antar departemen menjadi lebih cepat, karena menghilangkan pekerjaan tambahan. contoh: bagian Pembelian membuat documen Purchase Order, proses selanjutnya bagian Gudang pada saat melakukan penerimaan barang dapat melihat documen yang dibuat oleh bagian Pembelian. Dengan demikian dapat menghindari kesalahan penerimaan barang dan mempercepat proses penerimaan barang.

2. Basis Data yang terpusat (common). suatu sistem yang terintegrasi harus memiliki basis data yang terpusat (common) yang artinya setiap divisi dalam organisasi menggunakan basis data yang sama. Dengan demikian hal ini dapat menghindari redudansi data yang sering berakibat pada kebingungan akan validasi data yang harus digunakan, seperti bagian Gudang memiliki data stok dan bagian Akuntansi memiliki data pula dengan nilai yang berbeda.

Umumnya suatu sistem ERP terdiri dari aplikasi yang meliputi hampir seluruh department dalam organisasi. seperti:

  • Akutansi    :  Buku Besar , Fixed Asset
  • Keuangan  : Transaksi Penerimaan dan Pengeluaran Kas/Bank (Banking Transaction)
  • Inventori   : sistem untuk memonitor stok barang, termasuk didalamnya transaksi perpindahan barang.
  • Sales – Account Receiveable : sistem penjualan sampai kepada memonitor kondisi pihutang perusahan.
  • Purchase – Account Payable : sistem pembelian sampai kepada memonitor kondisi hutang perusahaan.
  • Produksi, yang meliputi mulai dari pendaftaran formula (bill of material/BOM), Perencanaan Produksi, Monitor aktifitas produksi sampai menjadi barang Jadi.

3 Comments

  1. a bit too short for the definition. :)

  2. Hendry Wijaya Hendry Wijaya

    Wah, ada blog seperti ini, jarang2 neh terutama di Indonesia :) dua jempol untuk blog ini 😀

    Secara umum penjelasannya sudah baik, walaupun orang kadang masih suka kecampur-campur antara ERP dengan BoB.

    Kapankah company lebih tepat menggunakan ERP? Kapankah lebih tepat BoB? Atau ke-dua2nya? Kalau ke-dua2nya, mana yg terlebih dahulu di-implement? ERP? BoB? Apakah ERP dan BoB bisa berjalan bersama? Moga2 ini bisa jadi bahan diskusi baru, hehehe.

    Keep up the good work STEM!

    • sterling sterling

      dear pak Chandra dan pak Hendry,
      thanks untuk masukan-masukan anda, kami akan coba membahas lebih detail mengenai ERP juga BoB (Best of Breed) pastinya bukan “om Bob” :) dan tentunya sharing dari rekan-rekan juga akan sangat berguna untuk memperkaya wawasan kita semua.

Comments are closed.

copyright © 2015 Sterling Tulus Cemerlang. all rights reserved.